Mewujudkan UNS sebagai Kampus Benteng dan Pelopor Pancasila

[I0319070][Muhammad Ridzky Hanura] Penulis Mahasiswa Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik 

A. Latar Belakang
Di era globalisasi saat ini, Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) berkembang semakin pesat dan arus informasi masuk dan keluar dengan derasnya. Perkembangan tersebut sangat memengaruhi aktivitas manusia di berbagai bidang dan aspek dalam kehidupan. Selain itu, adanya globalisasi juga menimbulkan dampak adanya ajaran dan kebiasaan baru yang masuk ke dalam lingkungan masyarakat kita. Namun, tidak semuanya bernilai positif, ada beberapa ajaran dan kebiasaan yang justru bernilai negatif dan bertentangan dengan norma-norma sosial masyarakat dan nilai luhur bangsa. Contohnya yaitu munculnya paham radikalisme, terorisme, gaya hidup westernisasi, dan lain-lain. Apabila hal tersebut tidak segera diantisipasi, bukan hal yang tidak mungkin berbagai dampak negatif akan timbul dan dirasakan oleh masyarakat, khususnya generasi muda sebagai tonggak penerus bangsa. Maka dari itu, diperlukan sebuah fondasi yang diperlukan untuk membentengi diri (rakyat Indonesia) dari dampak negatif adanya globalisasi, yaitu Pancasila yang merupakan ideologi bangsa.

Dikutip dari website UNS, Pancasila adalah ideologi yang terumuskan sebagai kesatuan proses sejak Pidato Soekarno 1 Juni 1945 pada sidang Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan (BPUPKI), serta rapat Panitia Sembilan yang menghasilkan Piagam Jakarta 22 Juni 1945, hingga rumusan terakhir pada tanggal 18 Agustus 1945. Dua fase proses rumusan itu sebagai kesatuan proses, dan fondasi etik kesepakatan bagi seluruh peserta sidang. Di sisi lain, ideologi tersebut sudah terbukti mampu membentengi diri dari berbagai ancaman seperti G30S PKI maupun DI/TII. Oleh sebab itu, mulai 1 Oktober 2018, UNS mencanangkan universitas "Benteng dan Pelopor Pancasila". Pencanangan itu sebagai wujud dari keinginan civitas akademika UNS melestarikan nilai, sekaligus sebagai lingkungan yang memajukan universitas bereputasi nasional dan internasional. 

B. Tujuan
Mengetahui upaya civitas akademika Universitas Sebelas Maret dalam mewujudkan UNS sebagai "Kampus Benteng dan Pelopor Pancasila"

C. Pembahasan
Guna meninjau seberapa jauh komitmen civitas akademika UNS dalam mewujudkan Pancasila sebagai benteng di lingkungan kampus, maka dapat dilihat dalam penjelasan berikut ini.

1. Pendirian UNS

Pada saat UNS didirikan pada tanggal 11 Maret 1976, UNS sudah menetapkan platform `pilar Bhinneka Tunggal Ika` sebagai rujukan lingkungan yang memajukan, yang pada awalnya ditandai didirikannya beragam tempat ibadah. Bhinneka Tunggal Ika platform universitas itu harus diperkuat dengan simbol "Benteng dan Pelopor Pancasila". Makna dari simbol itu adalah UNS berperan menghasilkan SDM yang unggul, dan berkontribusi memajukan bangsa.

Terdapat lima rujukan untuk membangun ekosistem. Diantaranya dengan mewujudkan akselerasi profesionalisme dan kesejahteraan SDM, akselerasi publikasi dan inovasi, akselerasi reorientasi sistem pembelajaran yang sejalan dengan era revolusi industri 4.0, pengembangan institusi dan penguatan literasi serta optimalisasi bidang hukum, kerjasama, dan birokrasi. Kelima faktor ekosistem itu wujud kampus sesungguhnya yang kondusif dan produktif.

2. Pusat Studi Pengamalan Pancasila

Universitas Sebelas Maret bekerjasama dengan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) mendirikan Pusat Studi Pengamalan Pancasila sekaligus menandatangani nota kesepahaman antar kedua belah pihak. Tujuan dari nota kesepahaman ini adalah untuk memberikan dasar, arah dan kejelasan ruang lingkup kerjasama serta kewajiban bagi kedua institusi dalam mengarusutamakan nilai-nilai Pancasila di lingkungan UNS, Surakarta.

Ruang lingkup bidang dalam nota kesepahaman ini meliputi pendidikan dan pelatihan Pancasila, wawasan kebangsaan dan bela negara bagi para civitas akademika di lingkungan UNS. Selain itu, diharapkan melalui kerjasama dan kegiatan pusat studi pengamalan Pancasila, diharapkan memunculkan pengarus-utamaan nilai-nilai Pancasila, wawasan kebangsaan dan bela negara bagi civitas akademika di UNS. Pengarus-utamaan nilai-nilai pancasila sebagai epistemologi bagi civitas academica melalui evaluasi, sinkronisasi dan penerapan kurikulum pendidikan pancasila melalui  seminar, lokakarya, workshop, FGD dan kegiatan ilmiah lain yang terkait dengan pancasila, wawasan kebangsaan dan bela negara.

3. Menjadikan Pancasila dan Kewarganegaraan sebagai mata kuliah wajib

Sebagai bentuk komitmen, di UNS diberlakukan mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan dan Pancasila sebagai mata kuliah wajib yang harus diambil oleh Mahasiswa. Melalui pendidikan Pancasila, mahasiswa diharapkan mempu memahami, menganalisis, dan mengaplikasikan nilai-nilai Pancasila dalam kehidupan sehari-hari. Melalui pendidikan Pancasila, mahasiswa dapat berpartisipasi dalam upaya mencegah dan menghentikan berbagai tindak kekerasan dengan cara cerdas dan damai. Dan, melalui pendidikan Pancasila, mahasiswa menjadi warga negara yang memiliki pandangan yang benar terhadap nilai-nilai demokrasi dan Hak Asasi Manusia.

4. Mengadakan Seminar Nasional Apresiasi Pancasila

UNS berkolaborasi dengan BPIP untuk mengadakan Semnas Apresiasi Pancasila serentak di 12 titik yang tersebar di berbagai fakultas yang ada di UNS. Hal ini tentu menunjukkan komitmen UNS sebagai Kampus Benteng Pancasila yang terus mengupayakan pengimplementasian nilai-nilai pancasila dalam kehidupan sivitas akademika UNS. Semnas Apresiasi Pancasila tahun 2019 dilaksankan pada tanggal 19 Agustus 2019, mengambil tema “Pancasila sebagai Platform Pembangunan Manusia dan Kebudayaan”. Seminar ini menghadirkan pembicara dengan berbagai latar belakang, baik pengamat politik, pemangku kebijakan, budayawan, akademisi, dan tokoh masyarakat lokal.

5. Menetapkan Tiga Kebijakan UNS sebagai Benteng Pancasila

Tiga kebijakan tersebut yaitu kebijakan di bidang akademik, bidang tata kelola, dan bidang sosial

6. Memilih Rektor dengan Musyawarah Mufakat

7. Penguatan nasionalisme sivitas akademika UNS salah satunya adanya 300 dosen yang sudah mengikuti Diklat Lemhanas.

8. Membangun kehidupan multikultural di kampus dengan adanya mahasiswa dari 29 negara

D. Kesimpulan
Berdasarkan uraian di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa upaya civitas akademika Universitas Sebelas Maret dalam mewujudkan UNS sebagai "Kampus Benteng dan Pelopor Pancasila" yaitu dengan cara menumbuhkan kultur dan nilai-nilai Pancasila di lingkungan kampus.

Sumber :
https://uns.ac.id/id/uns-update/peringati-hari-kesaktian-pancasila-uns-berkomitmen-jadi-kampus-benteng-dan-pelopor-pancasila.html
https://uns.ac.id/id/fasilitas-kampus/tempat-ibadah
https://uns.ac.id/id/uns-update/uns-resmikan-pusat-studi-pengamalan-pancasila.html
https://uns.ac.id/id/uns-update/peringati-kesaktian-pancasila-uns-perkuat-kampus-benteng-pancasila.html
https://uns.ac.id/id/uns-update/gandeng-uns-bpip-gelar-semnas-apresiasi-pancasila.html

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dioda